BERJUANG SAMPAI MERDEKA

Mouse Pelangi Wavy Tail

Breaking News

Jumat, 04 Juli 2014

PAPUA : Panglima OPM Goliath Tabuni


goliath-tabuni Masih munculnya aspirasi masyarakat Papua untuk memisahkan diri dari NKRI, banyak dipublikasikan melalui media. Berita-berita yang disampaikan oleh berbagai media bahwa masyarakat Papua ingin merdeka tidak sepenuhnya benar, seperti yang disampaikan oleh Negara Republik Federal Papua Barat pimpinan Forkorus/ NRFPB Yaboisembut dan West Papua National Council Liberation/ WPNCL yang menyatakan, sebagai wakil rakyat Papua mereka akan memperjuangkan Papua merdeka, namun hal tersebut dibantah oleh Panglima Organisasi Papua Merdeka Goliath Tabuni, bahwa NRFPB dan WPNCL tidak mewakili seluruh masyarakat Papua.


Dari berbagai sumber, terangkum pernyataan Tentara OPM atau TPN/OPM yang dikeluarkan pada tanggal 9 Juli 2013 di Jayapura :
TPN-OPM dalam komando nasional dibawah Pimpinan Gen. Goliath Tabuni mengeluarkan pernyataan resmi bahwa, WPNCL dan NFRPB bukan merupakan representative mayoritas rakyat bangsa Papua Barat. Karena kedua-duanya dibentuk tanpa memperoleh dukungan mayoritas pemimpin dan pejuang Papua Merdeka serta rakyat bangsa Papua sendiri, baik di Dalam Negeri Papua Barat ataupun di Luar Negeri.
Dalam hal ini, WPNCL dibentukpun dengan dalih bahwa TPN-OPM adalah organisasi teroris. Oleh karenanya TPN-OPM Dalam Negeri Papua Barat dibawah Pimpinan Gen. Goliath Tabuni menolak tegas atas pembentukan WPNCL dan meminta kepada tokoh-tokoh TPN-OPM seperti Dr. John Otto Ondawamen, Andy Ayamyseba, Rex Rumakiek dan Richard Joweni, agar tidak meneruskan perjuangannya.
TPN-OPM mempunyai catatan harian, yang mana memberikan pembuktian bahwa Tujuan Kelompok Prakarsa WPNA, WPNCL dan NFRPB adalah menghancurkan dan mempercerai-peraikan Kekuatan Masa Rakyat Papua yang berjuang, dimana akhir 2006 sampi 2008 isu Papua Barat mulai mendunia serta percaya diri massa rakyat asli Papua mulai bangkit. Kebangkitan ini terlihat nyata setelah Peluncuran IPWP pada 16 October 2008. TPN-OPM menilai bahwa WPNA dan WPNCL mulai bergabung dalam Konsensus dan Kepemimpinan Kolektif, dan kemudian merancang NFRPB dengan memanfaatkan isu tuntutan Papua Merdeka yang mendunia. Sememntara pejuang dan pemimpin lain yang berjuang dengan setia, masih tetap pada posisi perjuangan mereka, dengan memperjuangkan cita-cita luhur rakyat bangsa Papua Barat.
Oleh karena itu, TPN-OPM memberitahukan kepada semua pihak bahwa kedua badan faksi perjuangan ini bukan merupakan payung nasional, dan belum mendapatkan dukungan mayoritas rakyat bangsa Papua Barat, dan juga dari semua pemimpin dan pejuang TPN-OPM serta faksi lain seperti KNPB dan lain-lain. TPN-OPM yang berjuang dengan gigi hingga kini belum mengakui WPNCL dan NFRPB, karena keduanya bukan badan Organisasi Nasional, melainkan hanya sekelompok orang yang mempromosikan diri guna mencari popularitas masing-masing.
Demikian, pernyataan resmi TPN-OPM ini dibuat di Markas Pusat dan dapat dikeluarkan dari Bagian Penerangan, dibawah kendali Kepala Staf Umum Mayjen Teryanus Satto, berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, guna menjadi perhatiann oleh semua pihak. Dikeluarkan di Markas Pusat, pada tanggal 8 Juli 2013, Panglima Komando Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka, Panglima Tinggi TPNPB, Gen. Goliath N. Tabuni, NRP. 7312.00.00.00.
Banyaknya pernyataan organisasi atau kelompok yang mengatasnamakan wakil masyarakat Papua untuk memperjuangkan Papua merdeka yang muncul di berbagai media menunjukan bahwa perjuangan Papua merdeka bukan murni keinginan rakyat Papua, namun lebih dari kepentingan kelompok tertentu saja. Mantan aktivis Papua merdeka wilayah Saereri, Marthen mengatakan sekarang banyak orang mengatakan wakil rakyat Papua yang berjuang untuk Papua merdeka, tetapi sebenarnya hanya UUD saja (ujung-ujungnya duit-red) ya.. mereka teriak merdeka, tapi di kasih duit dong diam. sebenarnya masyarakat Papua butuh peningkatan kesejahteraan saja jadi stop tipu rakyat Papua untuk merdeka tegas Marthen.

Tidak ada komentar:

Designed By